Thursday, October 21, 2010

Saat Kita Berpamitan

Saat kita berpamitan semalam, wajahmu kulihat tenang, setenang teratai di pinggir kali. Saat kau kuriba ke lahad, hatiku terpecah beribu, berkeping-keping laksana kaca terhempas ke batu. Saat puteri kecilmu bertanya, "Ibu, kenapa ayah mati?" Hatiku menangis semahu-mahunya.

Namun kutatap wajahmu untuk kali terakhir, aku redha ... sahabat. Damailah kau di sana, bersama kecintaan yang Maha Hakiki ... wahai sang pencari cinta, wahai pendamba kasih Ilahi, wahai penagih cinta Rabbi. Selamat pulang ke kampung nan abadi, kukalungkan al-fatehah bersama kasih seorang sahabat yang tetap mengenang hingga seribu tahun lagi. Untuk kesekian kalinya, selamat berpamitan, wahai sahabat tercinta. Al-fatehah.

20 Oktober 2010
Kota Damansara

1 comments:

mohamadkholid 9:48 PM  

takziah serunai...

Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP