Wednesday, March 17, 2010

Sedetik Di Pustaka Ilmu






Seketika menyinggah di kedai buku DBP membuatkan liang roma saya bagaikan terbuka dan bernafas dengan segar. Ada sambaran hawa yang mendinginkan berada di rimbunan makalah dan buku yang berbaris; setia menanti untuk dijamah. Saya menghirup sepuas-puasnya udara nyaman di situ. Sambil beredar, hati saya berkata, "Alangkah molek andai buku-buku ini mudah untuk dibeli di gerai dan premis di luar sana." Mengeluh pendek. Saya pun berlalu dengan seribu satu pertanyaan yang tidak mungkin akan terjawab. Nyaman segar rimbunan ilmu saya tinggalkan dengan hati yang berat.

3 comments:

Ibnu Ahmad al-Kurauwi 7:04 PM  

SF,
Kita mengeluh dengan bahasa yang sama, senada, namun kita tak punya upaya. Tunggulah 2014!

sf,  9:24 AM  

Ustaz,
Sudah lama sangat ... tiada sebarang anjakan paradigman pun.

Ibnu Ahmad al-Kurauwi 8:11 PM  

SF,

Betul kata pepatah Melayu, berat mata memandang, bahu kami yang memikul, beratnya Tuhan sahaja yang tahu.

al-Kurauwi
http://ibnuahmadalkurauwi.wordpress.com

Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP